Senin, 03 Januari 2011

HISTORY OF ISLAMIC ORIGINS OF WESTERN EDUCATION Tugas Review

HISTORY OF ISLAMIC ORIGINS OF WESTERN EDUCATION
Tugas Review
Mata kuliah : Sejarah Intelektual Pendidikan Islam

Dosen Pengampu :
Prof. Dr. Abdurahman Mas’ud, Ph.D
Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag
















Disusun oleh:

ABDUL KHOLIK
NIM 505920035



KONSENTRASI : PSIKOLOGI PENDIDIKAN ISLAM (PPI) SEMESTER-1
PROGAM PASCA SARJANA
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
SYEKH NURJATICIREBON
2010
HISTORY OF ISLAMIC ORIGINS OF WESTERN EDUCATION A.D.800-1350 WITH AN INTRODUCTION TO MEDIEVAL MUSLIM EDUCATION
Mehdi Nakosteen
(Colorado : University of Colorado Pres,Boulder,1964)
Review dari buku :
“Kontribusi Islam atas dunia intelektual Barat”
Deskripsi Analisis Abad keemasan Islam
(Terjemahan Joko S. Kahlar dan Drs. Supriyanto Abdullah) Cetakan Pertama, Muharam 1417 H / Juni 1996 Penerbit Risalah Gusti – Surabaya

SEBUAH PENGAKUAN TERHADAP KARYA-KARYA MUSLIM
Islam sebagai Agama Rahmatan lil alamin ternyata telah banyak orang Islam yang memeberikan konstribusi yang sangat berharga terhadap dunia Intelektual Barat. Hal ini telah banyak ditulis oleh para pakar sejarah baik dari kalangan Islam itu sendiri maupun kalangan orientalis. Ilmu Pengetahuan Islam mengalami kemajuan yang mengesankan selama periode abad pertengahan melalui orang-orang kreatif seperti al-Kindi,ar-Razi,al-Farabi,Ibun sinan,ibnu sina (avicenna).Pengetahuan Islam ini telah melakukan investigasi dalam Ilmu Kedokteran,teknologi,matematika,geografi,dan bahkan sejarah. Suatu sebab yang menjadikan Islam dapat menghasilkan Ilmu Pengetahuan begitu banyak dalam waktu yang singkat, kemudian menjadi steril sedemikian cepatnya,dapat diketahui melalui sifat dasar skolatikisme Islam itu juga.bersifat kreatif dan dinamis disatu sisi,tetapi juga reaksioner dan finalistik disisi lain.
Penulis buku ini (Mehdi Nakosteen) menganalisis bahwa Kehidupan Intelektual periode abad pertengahan, khususnya pada abad ke sembilan sampai abad ke tigabelas.,ditandai dengan perkembangan yang terjadi pada lima wilayah geografi yang dapat dikenali yakni dunia Sino – Jepang (Cina-Jepang),India,Yunani Kristen,Latin kristen,Islam wilayah Timur dan barat. Lima wilayah tersebut secara geografis dapa dilihat sebagai dua dunia kultural yang besar yakni India,Cina,Jepang di Timur dan dunia Kristen serta Muslim di Barat.Perkembangan ke lima wilayah tersebut dilatar belakangi oleh budaya,politik dan pemahaman keagamaan masing masing negara.sehingga pada giliranya akan mewarnai dunia Ilmu pengetahuan.
Para sejarawan Muslim mempercayai bahwa ekspansi georafis Islam merupakan sebuah evolusi, bukanya sebuah tindakan yang telah ditentukan sebelumnya,tetapi berdasarkan qur’an dan awal-awal politik Islam baik di Timur maupun diBarat. Ini menunjukan bahwa agama Muhammad mencita-citakan untuk memperluas sayapnya kedalam sebuah sistem politik dunia maupun agama didunia.Penaklukan-penaklukan oleh Arab selama abad awal-awal Islam (Umayah dan Abasiyah) membawa mereka kepada hubungan yang dekat dengan peradaban-peradaban besar dunia.Memang sebelumnya ada rumor yang mengatakan bahwa Muslim awal adalah musuh bagi Ilmu Pengetahuan dan sains karena mereka hanya menerima Ilmu Pengetahuan itu dari Qur’an dan hadits.Pernyataan ini disangkal bahwa hal itu tidak benar dan hanya akan mempersempit wawasan umat Islam saja walaupun dalam kondisi perpustakaan – perpustakaan Muslim yang dibakar.
Kontribusi Islam terhadap dunia Intelektual Barat itu tidak terlepas dari pendidikan klasik atau awal-awal umat Islam mengajarkan Ilmu Pengetahuan.Mehdi Nakosteen menguraikan tentang sekolah sekolah muslim jaman dulu yang beranama Madrasah dan Nizamiyah. Sekolah dalam bentuk baru dirancang sebagai sebuah lembaga negara untuk meningkatkan indoktrinasi agama berdasarkan agama Islam sunni dan indoktrinasi agama berdasarkan gaya Turki – Persia. Pendiri dan yang mempopulerkan madrasah-madrasah (sekolah untuk masyarakat umum) adalah seorang perdana mentri yang terkenal dalam pemerintahan sultan-sultan Saljuq pada abad kesebelas. Dari embrio itu lahirlah akademi –akademi (Perguruan Tinggi) ,diantara akademi terbesar yang lahir saat itu adalah Akademi Nidzamiyah yang didirikan oleh Nizam di baghdad yang dibuka pada tahun 1006-67 (459 H.).Hal itu diperluas oleh Nizamul Muluk dalam memperluas sitem sekolah yang nyaris bersifat Universal diwilayah Islam Timur. (Hal.51).
Pelaksanaan Pendidikan dan pengajaran tersebut tidak terlepas dari tujuan yang dicapai. Diantara tujuan Pendidikan Muslim pada abad pertengahan adalah sebagai berikut: (1).Tujuan keagamaan berdasarkan Qur’an dan hadits Nabi.(2).Tujuan keduniaan (sekular). Diantara tujuan ini adalah menggali semua Ilmu Pengetahuan baik itu bersumber dari Al-qur’an maupun maupun ilmu-ilmu diluar Al-qur’an. Proses mentransfer Ilmu Pengetahuan dari seorang guru terhadap muridnya itu terjadi di Maktab-Maktab atau Kuttab. Yaitu tempat-tempat untuk mengajar menulis dan membaca yang terdapat didunia Arab bahkan sebelum Islam. Maktab sesungguhnya merupakan sebuah tempat untuk belajar membaca dan menulis yang terletak dirumah guru dimana para murid berkumpul untuk menerima pelajaran.
Umat Islam yang sangat menghargai Ilmu Pengetahuan, karena nabi sendiri menyuruh untuk menuntut Ilmu kepada umatnya telah melahirkan rasa hormat dan takzim tehadap ilmu dan buku-buku ,maka tidak mengherankan jika pada masa itu lahirlah perpustakaan-perpustakaan Muslim. Diantaranya Baitul Hikmah di Baghdad, Khazanah al-Hikmah di Mosul dan Basrah, Irak, Darul Ilmi,Umar al-Waqidi dan lain sebagainya.
Mehdi Nakosteen juga mencatat tentang sebab-sebab terjadinya kemunduran atau kehancuran perpustakaan-perpustakaan Muslim tersebut bervariasi.Perpustakaan Muslim di Tripoli hancur akibat dari Perang salib ,Perpustakaan Sultan Nuh Ibnu Mansyur dibakar, dikarenakan para Filosuf besar yang telah menyelesaikan penelitiannya. Belakangan Inilah yang menjadi tuduhan bahwa cendekiawan tersebut membakar sendiri setelah menguasai (memahami) banyak isi dalam perpustakaan tersebut.Dan perpustakaan-perpustakaan yang lainya. (hal.97-101).
Berkaitan dengan masalah pendidikan pada masa klasik, banyak sekali karya-karya klasik pendidikan Muslim dari tahun 750-1350, semua sumber itu tertulis dalam bahasa Arab dan Persia. Sebagian besar karya tersebut membicarakan tentang tujuan Pendidikan Muslim, persoalan metode, teori pengetahuan, kurikulum, pendidikan moral dan religius, psikologi pendidikan, bimbingan pendidikan moral, persamaan hak dalam pendidikan, riset pendidikan, persoalan disiplin, organisasi pendidikan dan administrasinya. Karya-karya tersebut berjudul Gahabus-namah (The Book of Ghabus) ditulis oleh washmgir tetang nasihat moral dan pendidikan, Siyasah – namah ( Book of Statecraft ) karya Nizamul Muluk, Gulistan dan Bustan oleh Sa’di, (sayang Nakosteen tidak menceritakan tentang isi buku tersebut). Fatihatul Ulum oleh al-Ghazal i(Algazel).
Banyak sekali catatan penting tentang Kontribusi Dunia Islam dibidang Sains – Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Seperti ditemukan berbagai Penemuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam berbagai bidang disiplin Ilmu seperti Ilmu Matematika telah ditulis dalam artikel al-Kwarizmi dalam bukunya “ Kitab Al- Mukhtasar Fi.l Hissab al-Jabr al- muqabala” atau “Compendious Book Of Calculation by Completion and balancing” (Al-Gebra) tersimpan di the Princeton University Library,New Je USA, atau artikel Umar Khayyam dalam bukunya” Makalah fi al jabr wa al-muqabalah atau Treatise on Demonstration of Problems of Al-gebra” tersimpan di The Columbia University Library, USA.
Catatan Sejarah para Ilmuan Muslim yang lain seperti al- Samawal , Al-tusi,al-Farisi ,Al-Baghdadi, Abu al-Wafa , al-Kashi, al-Biruni yang tersimpan diberbagai perpustakaan Universitas Amerika dan Eropa . Ilmu Trigonometri yang ditemukan al-tusi dalam bukunya”Shakl Al-qita atau The Transversal figure’Abu-alwafa dalam bukunya ‘Kitab al-Handasa.or The book of aplied Geometry’. Ilmu kimia al-Kindi dalam bukunya ‘Kitab al-taraffuq fi – al Itr atau The book of the Chemistry of perfume and distilations”. Jabir Ibnu hayyan dalam bukunya ‘Al-Khawas al-kabir’atau Great of book of Chemical Properties’.Jabir Ibnu Hayyan dalam bukunya Al-Mawazin atau the weights and measures’al-mizaj atau the cemical combinations dan al-As-bagh atau the Dyes’ kitab “ikhrajma fii al-quwa ila al-fi’l atau The book of obtaining from what was in the power to the action, serta Al-Razi dalam bukunya Kitab al-asror atau The book of the secretts. Tertanda abad 17-18 tersimpan di The US National library of Medicine. Begitupun Ilmu Geometri al-Farabi serta penemuan Ilmu Mekanika oleh Al-Jazari dalam buku Al-jami bayna al-ilmu al-nafi wasinaat al hiyal’atau The book of knowledge of ingenieus mecanical devices yang tersimpan di Teh Metropolitan Museum of art New York’USA.
Penemuan Ilmu Kimia al-Kindi: Kitab kimia al-itr atau book of the chemistryof perfume and distillations, serta ilmuan muslim lain seperti Banu Musa bersaudara; Kitab Al-hiyal al-Handasiyahatau book of ingenious Devices’,serta ilmu tentang teknologi kamera Ibnu Al-Haitam (al-hazeen):’Kitab al-maanazir atau the book of Optic’. Teknologi sond system oleh al-Farabi dalam bukunya Kitab al Musyiki al-kabir atau the great book of music,tersimpan di Columbia University Library, USA dengan koleksi Umar Khayyam pada abad -13.Ilmu tentang optics Ibnu al-haitam (al-Hazen) dalam bukunya kitab al-manazir atau al-hazeni arabis libri septem nunc primum edity’ tersimpan di The British Library, sedangkan cetakan pada abad 16 dengan judul “Manazir” tersimpan di Cambridge University library,UK.Ilmu Pertanian al-Masudi dalam bukunya’Muruj al-dhahabwa maadin al-jawhar atau the meadows of gold and quarries of jewels’ Ibnu Basal: Kitab Al-filahaa atau Book of agriculture dimana edisi abad 19 berada di cambridge university library.
Penemuan Ilmu sosial budaya seperti penemuan permainan catur oleh al-hanbali dalam buku Kitab al-namuthaj al-qital fi la’b al satranj atau book of the Exsamples of warfare in the game of chess’’ yang tersimpan di durham university Library. Ilmu kedokteran dalam buku al-Zahrawi (abulcasis)’al-Tasrif liman ajiza an al-taalif atau al-tasrif tau the method of medicine atau The Arrangement of Medicene yang di cetak di Venice pada abad 15 dengan judul ‘The liber servitoris of abulcasis tersimpan di The Library of National academy of medicene paris ,France. Ilmu hewan al-jahiz dalam bukunya al-hayawan atau book of animals dan al-jahiz dalam bukunya fen al-sukut atau the art of keepeng ones mouth shut serta al jahiz dalam bukunya al-bayan wal tabyin atau eloquance and elucidation tersimpan di Yale University Library.
Ilmu Pengetahuan lain seperti ditulis Al-Muqaddasi dalam bukunya ahsan at-taqasim fi maarifat al-aqalim atau the best Division for knowledge of the regions pada abad 19, tersimpan di glasgow University lIbrary,scotlandia UK dan di Cambridge University Library. Planet bumi penemuan earth al Battani dalam bukunya al-zij atau the scientia stellarum de numeris stelarum et motibus cetakan abad 17 tersimpan di Cambridge auniversity Library. Ilmu bumi karya al-bairuni dalam bukunya al-Qanun al-Masudi atau the Canon Masudi tersimpan di University of Michigan,Princeton University, New Jersey USA. Ilmu Navigasi temiuan al-Mashudi dalam bukunya Murujj al-dhahab wa maadin al- jauhar tau the meadows of gold and Quarries of Jewels. Peralatan astronomi penemuan Taqi al-din dalam bukunya Turuq al_Saniya fi-al-alat al-ruhaniya,or sublime meethods of spiritual machines.
Uraian diatas menggambarkan betapa banyak dan cukup luas apa yang telah dibahas ilmuan muslim terdahulu.Buku Mehdi Nakosteen satu ini Yang diterjemahkan oleh Joko s. Kahlar dan Drs. Supriyanto Abdullah merupakan buah kejujuran dan pengakuan orang Barat akan ketinggian dan keluasan ilmu pengetahuan Islam yang kemudian melahirkan renaissance di Barat. Buku ini lebih lengkap karena pemaparanya lebih komprehensif dengan kajia-kajian dan analisis sehingga bisa menggambarkan cukup jelas dan akurat peta peradaban Islam masa keemasan dan dalam konstelasi khazanah ilmu lain di dunia.
Peradaban dan kebudayaan Barat menurut Tho Thi anh (Ilmuan Vietnam) lebih cenderung pada penghargaan terhadap kebebasaan,hak azasi manusia dan pemujaan terhadap dunia materi. Dengan masuknya khazanah Ilmu dan Pengetahuan Islam membentuk karakter Barat yang lebih Cosmopolitan termasuk menerima berbagai apresiasi budaya yang ada. Salah satu hal menarik dalam hal musik. Do-re-mi-fa-so-la-si-do yang dikembangkan dari notasi bahasa Arab Dal-Ra-Mim-Fa-Sad-Lam-Sin-Dal dikembangkan musisi Italia Guido Of arezzo (Tahun995-1050) pada tahun 1026.Dan masalah minuman jus yang dikenal dunia muslim yanng dikembangkan Lord Byron pertama kali ditemukan oleh dunia Arab kemudian ditiru oleh orang Itali,Prancis dan Inggris. Sebagaimana teknologi pengembanagan minuman sirup yang ada sekarang.Penemuan kosmetik oleh ahli cosmetologists dan bapak Bedah?operasi Abu-al-Qasim Al-zahrawi atau Abul cassis (936-1013). Dia menulis ensiklopedia kedokteran dengan judul Al-tasreef dalam 30 jilid, kemudian diterjemahkan kedalam bahasa latin dan digunakan sebagai buku ryjukan di kebanyakan Universitas di Eropa,papar Setya budi indartono. Terang benar ini adalah senilai pelimpahan budaya maju yang akhirnya membangun dan membesarkan citra Barat di tahap final yang membesarkan kepongahan. Sebenarnya petak idenya berawal dari Islam. Setidaknya membesar melalui ide yang disemai Islam.
Mehdi Nakosteen pada tahap awal meninjau latar belakang budaya politik dan agama didunia secara lengkap.Dalam masalah sikap Nakosteen mengapresiasikan secara positif terhadap muslim,ia menulis “sikap muslim yang pernah pemurah inilah yang akhirnya memberikan hasil yang baik dalam kebudayaan kristen maupun Muslim sehingga membuka perbendaharaan pengetahuan klasik terhadap pemikiran kreatif didalam dunia muslim yang secara kultural bersifat heterogen ...(hal 5). Pernyata ini mematahkan “teori lama yang musuh bagi ilmu pengetahuan dan sains, dan bahwa mereka hanya mau menerima ilmu pengetahuan yang berasal dari Qur’an dan hadits,dan tidak menunjukan toleransi terhadapkepercayaan dan kekayaan intelektual bangsa-bangsa lain adalah pendapat yang tidak memiliki landasan sejarah” (hal 17).
Islam memandang penting terhadap dunia pendidikan.karena dengan Pendidikan akan memperoleh ilmu dan pengetahuan. Dalam Islam hal itu merupakan penentu keutamaan dan ketinggian ibadah.Niat,proses,aplikasi,dan transformasi nilai pendidikan dalam Islam berdimensi pahala dan kesempurnaan misi muslim.Nilai – nilai itu berorientasi kepada keduniaan dan keakhiratan.Dasar-dasar pendidikan Islaam klasik klasik dan modern tetap sama akan senantiasa berfaut pada transformasi nilai-nilai wahyu dan frofetik yang saling berhubungan dan berkesinambungan.Disinilah Islam memaknai hakikat pendidikan demikian penting.Nakostten menyebut bahwa inti dari tujuan Pendidikan Islam adalah tujuan keagamaan dan keduniaan (hal.55).Paradigma ini perlu dicatat dalam sejarah pendidikan Islam ,karena terbukti saat kemunduran Islam didasarkan pada pengabdian umat terhadap pengamalan nilai-nilai pendidikan,justru pada saat itu sebenarnya universitas-universitaas Islam ssedang dalam keadaan puncak prestasi baik secara kualitas maupun kuantitas.Baik dalam dinasti Abasiyah maupun dinasti Umayah. Dikatakan secara kualitas karena banyaknya lahir Ilmuan Islam yang ahli dalam berbagai bidang yang tidaaak tertandingi baik oleh kekuatan Jepang,India,Yunani Kristen,Latin Kristen sebagaimana sering dikelompokkan secara Geografis oleh Nakosteen.adapun secara Kwantitas maksudnya bahwa pada saat keemasan Islam,Universitas Islam tumbuh dan berkembang baik di Erofa,Afrika maupun asia atau di semua wilayah komunitas Islam.Sayang Nakosten belum sampai menyelidiki secara sempurna apa penyebab kemunduran Islam saat itu.Ia lebih membentangkan Fenomena Islam dalam kewilayahan pemerintahan antara Penguasa kekhalifahan dan kesultanan.
Buku ini sangat menarik untuk dibaca karena didalamnya diungkapkan beberapa nama besar Ilmuan Islam yang bukan saja sebagai perintis satu disiplin ilmu juga penyempurna ilmu pengetahuan yanag dipandang baik dalam persfektif Islam.Khalifah al-Ma’mun telah meperlakukan kalangan terpelajar dibidang Ilmu Pengetahuan,Filsafat dan kesusastraan berhimpun disekitar beliau dalam akademi Ilmu Pengetahuan,Baghdad yang didirikanya(hal.211). Yahya Ibnul Batrik penerjemah buku plato dan aristoteles,al-kindi sang kreator Ilmu bahkan untuk menyempurnakan misi ini Al-Ma’mun menenunjuk tiga putra dari Musa Ibnu Syakir yang mempertanggungjawabkanya.Hebatnya ternyata buku-buku besar Juha diterjemahkan diabad kesembilan,termsuk memberi ulasan terhadap Archimedes dan Euclid dari Yunani,terjemahan Al-Hamsi dari karya Apollonius,ulasan Ibnu Yusuf atas Menelaus,ulasan Naziri atas Euclid dan Ptolemy (hal.211).Inilah yang kemudian disebut Reanisans Islam diabad kesembilan,kesepuluh,dan kesebelas.
Tampak benar pengaruh muslim aristotelian dari kemajuan Ilmu Pengetahuan Islam terhadap eropa bahkan menjadi inti dari kurikulum universitas Paris (sebagai contoh) hingga abad ke enam belas,di Italia hinga abad ke sembilan belas,juga berlaku dibeberapa negara Eropa.Menurut perhitungan satu milenium lamanya Ilmu Pengetahuan Islam dipakai sebagai penentu peradaban modern barat saat ini. Secara lembut Nakosteen menulis “hanya satu hutang yang tetap tatak terbayar”.Lebih lanjut ia menulis”Pemikiran Barat demikian banyak diperkaya oleh kerja keras kreatif selama lima ratus tahun Ilmu Pengetahuan Muslim telah sangat terlambat-atau boleh jadi enggan-untuk mengakui hutang ini dan terlambat pula untuk menyampaikan ungkapan terima kasih kepada pemberinya tersebut (hal.277).Secara mengejutkan dan penuh kejujuran atas pengakuan - mungkin kekaguman nakosteen terhadap karya-karya Intelektual Islam-Ia mengungkapkan “karya inin (buku ini) adalah suatu langkah dalam tujuan tersebut” (hal.2770.
Buku istimewa ini terdiri dari sembilan bab, dilengkapi apendiks,catatan-catatan dan bibliografi yang mendukung.Namun dmikian buku ini sebaiknya menganalisis secara terspisah dalam bab khusus seehinga bisa menjadi bahan refleksi peminat membaca tentang ke-Islaman.Apakah karena tumbuhnya mazhab atau firqah dalam Islam ? atau memang hal-hal politis ? dan beberapa pertanyaan lain baik semestinya terjawab dalam buku ini. Atau seputar hasil analisis internal dan menemukan dari kajian pihak lain seperti Musthafa Kemal Pasha yang menyimpulkan kehancuran Islam disebabkan adanya tiga faktor ; perama adanya krisis dalam bidang ke-agamaan,kedua,adanya krisis dalam bidang sosial dan politik, dan yang ketiga addanya krisis dalam Ilmu Pengetahuan.
Buku ini terdiri dari 525 halaman, sangat layak dibaca dan dijadikan acuan menelaah Islam dimasa lalu dan refleksi untuk menjadi titik balik kebangkitan Islam jilid kedua yang tampaknya dirindukan dunia, sehungga Ilmu dan Pengetahuan yang menciptakan peradaban global lebih bernilai kerahmatan. Sebagaimana misi Islam adalah rahmatan lil’alamin dan bisa mencapai kwkuatan islam yang menyeluruh. Semoga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar